Nosa dalam perjalanan menuju kantor setelah mengantarkan Kaylila ke kantor dengan selamat. Nosa masih menunggu kabar dari Haris, tentang seseorang yang dimintanya untuk mengawasi Kaylila di kantor. Nosa merasa tidak tenang. Ada yang mengganggu pikirannya. Tentu saja tentang Genta yang sedari pagi telah memata-matai rumah Kaylila. Nosa berpikir yang tidak-tidak terhadap Genta. Nosa merasa, akan terjadi sesuatu hal yang buruk nantinya. Ponsel Nosa bergetar, Haris menghubunginya. “Ya, Haris.” Kata Nosa melalui handsfree di telinganya. Nosa menghentikan kendaraannya sejenak di pinggir jalan, kemudian segera putar balik kembali kearah kantor Kaylila. “Terima kasih Haris.” Kata Nosa lagi. Nosa merasa cemas terutama saat Haris mengatakan bahwa Genta sekitar 10 menit yang lalu berada di de

