Bersabarlah

1264 Kata

“Mas Haris, Mas Romi!.” sebelum memasuki mobil yang dikemudikan Pak Budi, Kaylila sempat urung kembali kerumah. Akan lebih baik bila dia bisa menyaksikan proses interogasi. Namun dia yakin bahwa Haris dan Romi tidak akan mengizinkannya. “Ya, Mbak.” Romi dan Haris menjawab serentak. “Bisakah aku bicara dengannya setelah selesai proses interogasinya?” “Siap, Mbak. Nanti saya kabari. Mudah-mudahan dia mau buka mulut dan kita tidak kesulitan melakukan proses interogasi.” “Baiklah. Terima kasih atas bantuannya.” “Mbak dirumah saja, istirahat. Nanti ada dr. Ajeng yang akan memeriksa Mbak setelah sampai dirumah.” Haris mengingatkan. “Kay. Maafkan ya. Karena aku, kamu harus mengalami ini.” Della merasa bersalah. Kalau saja dia tidak mengajak Kaylila tentu saja hal ini tidak akan terjadi. Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN