Alvin membanting berkas yang dipegangnya itu ke atas meja, kemudian mengusap wajahnya kasar sembari mengembuskan napasnya panjang. Alvin memegangi keningnya yang terasa berdenyut kuat. Pagi ini ia sudah ditimpa beban yang begitu berat lantaran artis yang seharusnya menjadi bintang utama dalam peluncuran produk barunya justru menolak untuk bekerja sama saat kontrak sudah selesai dibuat dan hanya perlu ditandatangani oleh kedua belah pihak. “Dimas,” panggil Alvin pada sekretarisnya itu. Dimas yang mendengar namanya dipanggil pun langsung berlari cepat mendekati atasannya yang ia tahu sedang dalam mood yang sangat buruk. “Iya, Pak?” “Hubungi manajer butik Edelweis, suruh dia datang menemuiku secepatnya,” titah Alvin. Dimas mengangguk paham. “Baik, Pak,” jawabnya. Setelah itu, Dimas ke

