Alvin terdiam selama beberapa saat, sebelum dia mulai mendekat dan mempertipis jarak di antara mereka. Rasa gugup jelas dirasakan oleh keduanya, namun mereka hanya diam berusaha menenangkan diri sendiri. "Boleh saya cium kamu?" Meri tersentak, terdiam selama beberapa saat, sebelum mengangguk pelan yang mana hal itu membuat darah Alvin terasa berdesir hangat dalam tubuhnya. Setelah mendapatkan lampu hijau, Alvin segera mendekatkan wajah mereka hingga membuat Meri dapat merasakan hembusan napasnya menerpa wajah gadis itu. Meri spontan menutup kedua matanya, jangan tanyakan bagaimana perasaannya saat ini. Yang jelas dia tidak bisa mengontrolnya detak jantungnya sendiri untuk tidak berdebar dengan begitu kencangnya seakan bisa saja meloncat keluar sewaktu-waktu. Hingga pada akhirnya dia da

