"Jangan terlalu boros!" Gue berusaha memperingatkan Rafa yang membelikan menu mahal untuk makan malam kami didalam kereta api. "Sesekali gapapa, Beb," Rafa tersenyum sembari menepuk ringan tangan gue yang nangkring diatas pahanya. "Tapi gak boleh terus-terusan, Rafa. Ingat lo baru saja dipecat. Uang lo harus dihemat kalau kagak mau mati kelaparan!" nasihat gue. Mendadak Rafa memalingkan wajah gue hingga kini kami saling berhadapan dengan jarak amat dekat. Deg. Deg. Deg. Jantung gue berdebar lebih kencang mendapat perlakuan sespesial ini. Masa iya dia bakal mencium gue didalam gerbong kereta api? Gue sudah bersiap dengan memejamkan mata untuk menyambut ciumannya, itu sebelum mendengar celetukannya. "Apa kamu benar-benar Luna cewek matre yang membuatku penasaran dan

