*** Rachel duduk di tepi ranjang, dengan menekuk lengan kananya dan menyangga dagunya dengan tangan kiri. Tadi, ia benar benar malu. Permainan biola macam apa barusan? Rachel baru tau sekarang, bermain biola memang tidak mudah. Menghasilkan melodi paling menyenangkan untuk di dengar rupanya butuh bakat dan latihan. Rachel mengacak acak rambutnya yang di kuncir dua itu, sampai berantakan. “Argh.... “ gumam Rachel dengan kesal. Tok. Tok. Tok. Suara ketukan pintu malah membuat Rachel jadi waspada dan melonjak kaget. “Ayah?” Rachel terkejut, baru kali ini ia merasa malu bersitatap dengan laki laki yang tengah mendongakan kepala ke kamarnya itu. “Boleh masuk?” tanya ayah Rachel. Rachel tida

