*** Setelah ketahuan, Rachel mengurungkan diri, ia berlari kembali ke dapur untuk menemui ibunya, memintanya untuk menyerahkan buah buahan sendiri. Rachel menghela nafas. Udara yang masuk ke paru parunya seperti memberontak membuatnya tersengal. Ibu Rachel yang mendapati kalau anaknya masih memegang mangkuk berisi buah buahan dan sekarang sedang berdiri di ambang pintu, dengan wajah pucat dan nafas tersengal. Rachel melihat ibunya yang berjalan mendekat. “Rachel, kamu kenapa?” tanya ibunya dengan nada khawatir. Rachel menggeleng, ibunya mengusap punggungnya. “Lalu, kalau tidak ada apa apa, kenapa kamu berlari?” Rachel mengangkat dagnya, menatap ibunya dan menggeleng kembali,”Tidak ada

