*** “Dimana Shawn?” Rachel bertanya tanpa melirik ekspresi Lucas, ia masih sembari meminum s**u. Lucas menghentikan gerakan tangannya, ia melirik ke jendela. Tentu saja Shawn takan terlihat dari sana. Kemudian Lucas memakan garlic bread yang sudah ia potong dengan tangan kosong. “Aku sedang menghukumnya, “ ucap Lucas dengan tenang. Rachel merespon kata ‘hukuman’ dengan sangat ngeri, ia menatap Lucas penuh selidik. Tentu mendapatkan tatapan seperti itu, dari Rachel pula. Lucas merasa di hakimi sepihak. Lucas menelan makannya, “Aku tidak menghukum Shawn seperti yang terlintas di pikiran kamu. “ ucap Lucas untuk membela diri. Rachel menarik nafas lega, mungkin ia hanya berpikir terlalu jauh, “Apa yang Shawn lak

