"Aku bilang keluar Ji-sung!" teriak Jian frustasi. "Kamu mengusirku?" suara dingin menusuk itu langsung membuat Jian terdiam kaku, mengurungkan niatnya untuk melempar bantal yang sudah ia siapkan. Jian sontak menolehkan wajahnya, melihat pria tinggi dengan mata coklat kelam itu sedang berjalan tenang ke arahnya. Matanya melotot kaget, saat merasakan tangan kekar pria itu menyentuh dahinya. "Ternyata kamu benar-benar sakit." Ucapnya yang saat ini tengah berdiri menjulang di sampingnya. "Aku memang sedang sakit, dan tidak bisa diganggu saat ini. Maka tutuplah pintu dari luar sekarang, Hyun-jae." Titah Jian sedikit tegas. "Kamu belum meminum obat ini?" Hyun-jae mengangkat botol berisi obat miliknya, yang memang belum sempat ia minum tadi, dengan alasan ia akan meminumnya sendiri nanti.

