Jian berjalan pelan ke arah Hyun-jae dengan senyum lebar. Lalu duduk di sampingnya dengan santai. Netra laki-laki itu langsung menatap Jian malas. "Ada apa denganmu?" "Aku sedang coba bersikap manis." Jawab Jian setia tersenyum, sampai matanya terlihat sipit. Hyun-jae menatapnya datar. "Ada urusan apa kamu ke sini?" "Ahhh benar. Sebentar... sebentar." Jian beranjak dari duduknya, berjalan ke arah laci. Mengambil perban yang kemarin di berikan oleh tabib. "Baiklah, sekarang berbaliklah!" perintah Jian. Hyun-jae menggeram. "Aku bisa sendiri, kamu keluar saja sekarang!" tolaknya. "Em.. em.. em." Jian menggeleng dan berkata lantang. "Aku yang akan menggantinya!" Lalu dirinya duduk di samping Hyun-jae lagi, memegang kedua pundak pria itu dengan wajah tanpa dosa. Hyun-jae seketika mena

