Salju masih saja turun pagi ini, namun seorang Yeon Ji-an harus sudah terbangun dari tidurnya, dikarenakan Ji-sung yang terus saja menggedor pintu kamarnya. Memaksanya untuk menemaninya berkeliling Kerajaan Timur. "Ji-an cepat temani aku! Keluar cераt! Buka pintu sialan ini! Dasar kau tidak berperi.. kakaiparan!" teriak Ji-sung sambil terus menggedor pintu. Kesabaran Jian sudah hilang, ia berjalan marah membuka pintu kamarnya dengan kasar. Dirinya lantas berpikir, siapa yang berani mengizinkan pria gila itu masuk ke kediaman Go-jun. Padahal ia sudah berpesan untuk melarang Ji-sung memasuki wilayah kamarnya. Ctak!! "Akhhh!" Ji-sung memekik kesakitan. Jian menjitak dahi Ji-sung dengan gerakan cepat, membuatnya langsung meringis kesakitan memegangi kepalanya. "Bisakah mulutmu itu diam

