"Kamu!" "Halo Su-tri, senang bertemu denganmu." Jian menelan ludahnya dengan susah payah, kepalanya celingukan tidak nyaman. Bagaimana bisa ia tidak ingat, pasti kerajaan Barat juga ikut dalam acara besar ini. "Su-tri, bukannya kamu... emhh." Perkataan pria di depannya terhenti karena Jian langsung menyumpal mulutnya dengan kue besar. "Huh, apa yang kamu.... hei ke mana kamu akan membawaku!" Hebohnya lagi, membuat Jian pengap, dan terus membawanya ke luar ruangan, menuju tempat yang sepi, agar tidak ketahuan. "Kenapa kamu ini?!" Kesal pria itu, setelah mereka sampai di luar. "Maafkan aku, Ji-sung. Tapi ini gawat, aku ingin bertanya, apakah Kakakmu juga ikut menghadiri acara ini?" tanya Jian dengan takut-takut. Ji-sung tersenyum curiga. "Hm, apa yang kamu rahasiakan? Kenapa kamu bert

