Pagi yang cukup cerah ini, mampu membuat seorang Jian bersemangat melakukan aktivitas paginya. Yaitu berolahraga di sebuah gazebo tak jauh dari kamarnya. Bersebelahan langsung dengan sebuah sungai kecil yang mengalir jernih. "Nona!" tegur Soo-young melihat nonanya melakukan hal yang tidak lazim. "Ish menganggu saja, aku sedang mengencangkan otot-otot ku Soo-young. Kamu kalau mau ikut, cepat ikuti gerakanku!" ajak Jian. "Nona, anda tidak boleh memamerkan p****t anda seperti itu!" Pekik Soo-young, mengambil daun besar, buru-buru menutup p****t nonanya yang tengah melakukan squat jump. "Huh hah huh hah huh hah! Aku harus kuat untuk melawan Mak Lampir itu." Soo-young terus menangis dalam hati, menyaksikan nonanya yang tidak mau mendengarkan perkataannya. Yang ia takutkan hanyalah jika ad

