SEMBILAS BELAS

1901 Kata

Zeta meregangkan otot-otot tubuh nya yang terasa hampir remuk karna membereskan buku-buku di perpustakaan yang berserakan kemarin. Walaupun di bantu oleh beberapa pengurus perpustakaan lain. Langkah Zeta terhenti di depam lapangan basket. Ternyata tim basket masih latihan. "Mau nunggu atau lo pulang?" Tanya Malvin yang sudah berdiri di depan Zeta. Seperti biasa cowok itu memasang wajah dingin seperti Zeta. Zeta masih diam belum menjawab untuk beberapa menit. Dia malah memperhatikan Malvin yang memakai baju basket tanpa lengan. Keringat membasahi hampir seluruh tubuh cowok itu, meninggalkan kesan sexy mungkin. "Nunggu aja." Itu bukan suara Zeta melainkan suara Malvin. "Gue belum jawab." Desis Zeta. "Kelamaan! Lo sibuk merhatiin gue daritadi, maka nya otak lo gak sinkron." Skakmat Ze

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN