Zeta melirik jam tangan nya, sudah pukul empat sore namun Nando---orang kepercayaan papa nya itu belum juga datang menjemput. Zeta menatap ke sekeliling lapangan sekolah yang sudah sepi pengunjung. Ya, dia memang tengah menunggu Nando di tepi lapangan basket, karna ini satu-satu nya tempat yang sudah sepi. Sementara di koridor lantai satu masih di penuhi oleh siswa siswi SMA Nasional yang merayakan masuknya tim basket ke babak final yang akan di selenggarakan dua minggu ke depan. Ya, tempat sepi menjadi tempat yang Zeta cari sekarang. Dia merasa berbeda di tengah keramaian. Zeta yang tengah asik memainkan ponsel nya dengan tumpukan buku yang berada di atas paha nya. Tersentak kaget saat tiba-tiba ada yang menyenggol dengan kuat kursi roda nya, membuat nya terdorong ke depan. Brukkk...

