TIGA PULUH DELAPAN

3379 Kata

"Zeta---" Mata mereka bertemu, suasana semakin berubah hening dan tegang. Deg Zeta mematung di tempat nya. Siapa yang kini berada di depan nya membuat jantung nya berdegup cepat. Mata itu, mata itu membuat kilasan balik di penglihatan Zeta. "Arrghhh----maafin aku---maafin aku Juna!! Ampunnn!!!" "Arrghhhh!!! Hiks---hiksss---arrghh sakit---" "Maaf lo bilang?! MAAF LO GAK AKAN MEMBUAT SEPUPU GUE KEMBALI HIDUP!!! MAAF LO GAK AKAN BIKIN DIA HIDUPPP!!" Juna berteriak murka tepat di depan wajah Zeta, tidak peduli raungan menyakitkan gsdis itu, seakan mata nya gelap oleh keamarahan. "SEPUPU GUE MATI KARNA LOOO?!!" "Arrghh---" Setiap adegan mulai bermain di otak Zeta, mata Zeta mengabur karna air mata, tubuh nya bergetar hebat bahkan pegangan nya pada kotak makanan yang di bawa mua terlep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN