Givanno benar-benar frustasi. Anak gadisnya pergi entah kemana. Pria itu sudah dua kali mengelilingi kota Brooklyn. Namun, Dia sama sekali tak menemukan jejak putrinya itu. Kini pria itu duduk di atas sofa ruang tamunya. Putra sulungnya akhirnya datang. "Bagaimana, Rik? Sudah ada perkembangan?" Tanya Givanno. Érique menggeleng--hal itu membuat Givanno seakan kehilangan harapan hidupnya. "Belum ketemu, Dad. Jangan terlalu dipikirkan, Aku akan berusaha semaksimal mungkin mencari jejaknya." Ucap Érique menghibur ayahnya. Givanno mengusap wajahnya dengan kasar. Kenapa putrinya harus pergi? Sekarang makan pun tak bisa dilakukannya. Givanno melirik anak lelaki yang berada di belakang putranya. "Siapa dia Rik?" Tanya Givanno pada anaknya. Érique sejenak berbalik pada teman adiknya. "Namanya Aust

