aku mulai acuh

1857 Kata
Aku terbangun pagi itu, aku harap apa yang aku lihat semalam hanyalah sebuah mimpi buruk, aku melihat jam dilayar handphone ku, jam menunjukan pukul 06:00 , astagfirullah aku melewatkan shalat subuh pagi ini, tak biasa nya aku bangun kesiangn seperti ini, namun karna mungkin semalam aku tak bisatidur hingga menjelang subuh aku baru bis benar benar memejamkan mata, ku lihat mas Rama yang memang terbiasa bangun telat masih terlelap disampingku "Mas, mas, bangun udah siang" aku mencoba membangunkannya "jam berapa ini?" tanyanya masih setengah sadar "Udah siang," aku turun dati atas ranjng dan berlaku keluar kamar menuju kamar mandi, baru saja aku masuk sudah terdengar ketukan pintu, "kak, kak Nad, cepet dong aku kebelet" Suara itu benar benar membuat mood pagi ku semakin hancur, aku oun keluar tanpa berkata sepatah kata pun pada Ranti, anak permpuan kesayangan ibu mertuaku itu, juga adik kesayangan suamiku, serta adik ipar yang selalu Kusayangi, "Nad belum bikin sarapan?" tanya ibu mengagetkanku, baru saja aku mau membuka pintu kamar, "Belum bu, aku kesiangan" jawab ku acuh "Gak biasanya kamu kesiangan kayak gini" gerutu ibu aku pun masuk kedalam kamar, ku lihat mas Rama membawa handuk menuju kamar mandi juga. aku masuk kedalam kamar anak anak, aku tak membangunkan mereka, namun aku mengunci kamar, dan duduk disamping ranjang yang merekabtiduri, aku tak memikirkan sedikitpun untuk membuat sarapan ataupun bergegas membereskan seisi rumah, aku terdiam memikirkan kejadian semalam, tak terasa air mata ku menetes, apa mungkin Ranti hamil anak mas Rama? apa mungkin ibu sudah tau tentang hubungan terlarang kaka beradik ini? pikirku dalam hati, aku terus menangis merasakan perih hati ini. "Nad, Nad" Suara mas Rama memanggilku dari balik pintu kamar yang memang sengaja ku kunci "Nad" kembali suara itu terdengar, aku pun cepat mengelap air mataku, dan merapikan keadaanku, aku mebuka pintu "kamu belum buat sarapan?" tanya mas Rama, aku berjalan keluar menuju dapur , disana sudah terlihat ibu juga Ranti duduk menghadap meja yang belum ada sedikitpun makanan disana "Aku kesiangan bangun mas" jawab ku acuh, sambil kunyalakan kompor dan memasak Air untuk membuat kopi, aku pun langsung menyodorkan kopi hitam yang telah ku seduh pada mas Rama "kamu gak buat teh manis buat ibu?" tanya mas Rama, aku kembali menyiapkan secangkir teh hangat buat ibu, yang biasa nya memang semua sudah siap diatas meja, "kak, kok kakak gak buatin aku s**u?" Ranti dengan wajah tanpa dosa nya memintaku menyeduhkan segelas s**u seperti yang biasa aku sajikan untuk dia dipagi hari "Ranti kepala kakak pusing banget, kamu bikin sendiri ya" aku menolak halus permintaan adik ipar kutukan ini "Ya udah, biar ibu yang buatkan ya Ran" dengan senang hati ibu beranjak dari duduk nya menyeduhkan segelas s**u untuk Ranti, untuk Ranti aja dia mau buat, untu dia sendiri harus aku yang buatkan, gerutuku dalam hati "Terus pagi ini kita sarapan apa?" tanya mas Rama kembali, "terserah mas, kepala aku pusing" aku berjalan meninggalkan mereka, mereka terdiam saling ketetapan seolah begitu aneh dengan tingkah ku, ya memang belum pernah aku berlaku seperti ini biasanya, aku yang selalu hormat akan apapun yang diucap ,diminta, diperintah ibu juga mas Rama, aku yang selalu dengan menyiapkan apa yang di mau Ranti, kini tak lagi mas tak lagi. Setelah aku dan anak anak pulang dari sekolah, perut ku mulai terasa lapar, anak anak juga yang tadi tak sempat sarapan pagi cuma jajan disekolah saja ,merek juga merengek minta makan, "Ya udah sayang kalian main dikamar ya, mama buat makanan dulu" aku pun meninggalkan mereka yang mulai menumpahkan mainan nya dari dalam keranjang. "Wah kak Nad masak apa wangi banget" tiba tiba suara Ranti mengagetkanku, "bikin sayur sama ayam goreng kesukaan anak anak" jawab ku, sebenarnya begitu malas berbicara dengan adik ipar cantik berhati ibl*s ini, namun aku harus hati hati, aku harus bisa menahan emosi, sebelum aku mendapatkan bukti yang cukup kuat aku gak boleh gegabah. "aduh ibu udah laper juga nih Nad , kamu tumben masak siang bener?" ibu pun tiba tiba masuk dari halaman belakang, biasa nya dia asik membaca koran disana. Aku hanya melempar senyum kecil pada ibu mertuaku ku selama ini baik padaku dan selalu ku hormati, aku tak tau sebenarnya ibu ikut dalam permainan mas Rama sama Ranti, atau sebenarnya ibu memang tidak tau apa apa. Cukup 30 menit masakan sudah tersaji, aku memanggil anak anak untuk menyuapi mereka makan, sementara ku kulihat ibu dan Ranti yang terlihat sudah begitu kelaparan dari pagi,, mereka begitu lahap memakan masakan ku, aku sekilas ingat sam amas Rama yang tadi pagi berangkat kerja tanpa sarapan dulu, tapi biarkan , kini aku takan terlalu memanjakan dia, 3 hari telah berlalu, aku belum mendapatkan bukti apa apa, sepertinya kini mas Rama sama Ranti pun mulai hati hati, siang itu rumah begitu sepi, mas Rama berangkat kerja, sedangkan ibu seperti biasa asik membaca koran di teras halaman belakang rumah, anak anak ku biarkan asik dengan mainan nya dikamar mereka, sementara aku mulai menyetrika baju baju yang sudah menumpuk yang tak sempat ku pegang dari 3 hari lalu, namun ditengah tengah aku menyetrika terlihat Ranti keluar dari kamar nya , di berjala menuju halaman belakang, beberapa menit aku terdiam kemudian berpikir untuk mengintip Ranti dan ibu yang sama sama ada disana, aku berjalan perlahan membawa sebuah handuk , jadi kalo tiba tiba tiba mereka masuk ku bisa beralasan mau ke kamar mandi, yang memang letaknya disebelah pintu keluar, benar ibu dan Ranti sedang berbicara disana, aku lihat raut wajah mereka begitu serius, tak sia sia aku mengintip dari balik ointu, karna suara mereka cukup terdengar jelas, meski mereka berbicara setengah berbisik "Bu, sekarang ku harus gimana?" tanya Ranti "Giman apa nya Ran?" ibu menatap wajah Ranti "ibu tau kan aku ini sekarang sedang hamil?" bisik Ranti "iya, terus kamu sekarang mu nya gimana?" tanya ibu baik "Aku mau dinikahi bu, aku malu kalau nanti sampai orang orang tau aku hamil tapi gak punya suami" wajah Ranti terlihat bersedih "Nanti ibu bicara lagi sama mas Rama ya Ran" ibu menangkan Ranti "Apa mas Rama bakal nikahin aku bu?" pertanyaan Ranti seketika membuat jantungku terasa mau copot,,, tentang Nadia teang dulu, aku mencoba menenangkan perasaanku, "Dia pasti tanggung jawab sama kamu Ran, kamu tenang aja" lanjut ibu "Tapi gimana sama kak Nadia?" bisik Ranti "Tenang aja, nanti kita atur semuanya" ibu mertuaku ternyata memang bagian dari mereka, "Bu ibu tau kan, dari dulu aku sangat mencintai mas Rama?" perkataan Ranti kembali membuat dadaku terasa begitu panas, benar benar gila Ranti mencintai kaka nya sendiri "Iya, ibu tau, kamu tenang aja" ibu, ibu mendukung hubungan meraka? pikirku dalam hati kenapa ? kenapa ada ibu yang mendukung anak nya untuk saling mencintai, bahkan sampai hamil? dan bahkan ibu setuju untuk menikahkan kakak beradik ini, lalu dianggap apa aku sama mereka selama ini? sakitt? benar benar hati ku terasa sakit, hancur , hancur sehancur hancur nya, air mataku mengalir deras, apa yang harus kulakukan sekarang? apa aku harus meminta mas Rama untuk menceraikan ku? tapi gimana nasib anak anak ku?. Malam ini tidur ku terasa tak nyenyak, aku beberapa kali terjaga, aku melihat layar handphone , jam baru menunjukan pukul 23:00 , aku pun berbalik badan, mas Rama? dia kembali tak ada disampingku , kupejamkan mataku sejenak, apa aku harus mencari keberadaan mas Rama dan kembali menyaksikan sesuatu yang tak ingin ku lihat, atau aku biarkan saja, toh sudah pasti mas Rama ada di kamar Ranti seperti waktu itu, namun tetap saja meski rasa sakit yang kan ku dapat aku tetap penasaran untuk bangun dan mencari keberadaan mas Rama, aku langsung meuju kamar Ranti, pintu terbuka, aku berjalan dengan penuh hati hati, namun ternyata tak ada siapa siapa di dalam kamar itu, sekilas ku lihat pintu belakang tertutup, namun aku bisa memastikan pintu itu tak begitu tertutup rapat, aku berjalan menuju kesana, ku geser perlahan gordeng yang menutupi jendela di samping pintu itu, "hemmmmmm" aku menarikk napas panjang, tenang, tenang Nadia tenang, dua sejoli itu sedang memadu kasih di kursi teras belakang rumah, Ranti yang duduk santai di pangkuan mas Rama membuat aku ingin langsung menjambak rambutnya dan memukulnya, mas Rama yang begitu menikmati setiap jengkal tubuh Ranti yang memang indah cantik dan mempesona, membuat ku ingin membunuh lelaki itu. Ranti yang mengenakan pakaian tidur dengan bawahan begitu sexi memang membuat siapapun laki laki yang memandangnya akan menelan ludah, Ranti mengecup bibir mas Rama dengan penuh gairah, lalu mereka saing berpandangan, tangan mas Rama yang tak lepas dari kedua payu***a Ranti yang begitu indah membuat Ranti terlihat begitu b*******h. Meski semalam aku kurang tidur , namun pagi ini aku tidak telat bangun, seperti biasa aku dengaan cepat menyajikan sarapan pagi buat ibu, adik, suami juga anak anak ku, aku memasak nasi goreng saja biar tak terlalu ribet, dibalik pikiranku yang tak karuan, kulihat mas Rama keluar dari kamar membawa sebuah haduk di lehernya, sementara dengan waktu yang bersamaan Ranti keluar juga dari kamar dengan membawa handuk pula, "Aku dulu mas, " Ranti bergeliat manja didepan mas Rama, rasanya aku ingin muntah melihat mereka seperti itu, Ranti masih mengenakan pakaian yang semalam ia pakai saat b******u bersama mas Rama, seketika saja pikiranku melayang jijik melihat Ranti lengkap dengan pakaian nya itu, "Udah Ram, kamu duduk dulu sini" ibu yang dari tadi sudah duduk dimeja makan sambil menyeruput teh hangat yang aku sajikan tadi menyaksikan drama Antara ke 2 anak nya itu, Setelah Ranti dan mas Rama selesai mandi mereka pun kembali berkumpul untuk sarapan, aku kembali merasa jijik ketika melihat rambut Ranti yang terurai panjang itu terlihat basah, sama hal nya dengan rambut cepak mas Rama yang basah juga. " Ohekkkkk " tiba tiba mas Rama seperti mau memuntahkan nasi goreng yang baru saja ia masukan kedalam mulut nya, buru buru dia mengambil minum " Nad, kok nasi goreng nya rasa nya gak enak gini?" Tanya mas Rama , "Masa sih mas gak enak nasi goreng nya?" aku pun mengambil satu sendok nasi goreng itu dan memasukannya kedalam mulut, " Enak kok mas" Aku terus mengunyah nasi goreng itu " Iya Nad menurut ibu juga rasa nya asin banget" ibu juga ikut berkomentar. " Iya kak Nad, gak enak nasi goreng nya , asinnnnn " Lanjut Ranti Aku tersenyum dalam hati puas menyaksikan mereka yang tak bisa sarapan pagi, karena memang sengaja aku tambahkan garam yang begitu banyak setelah sebelum nya aku mengambil 1 piring untuk aku dan anak anak ku makan, lapar lapar deh kalian seharian, gak bakal aku mau ulangi masak lagi, " Nad masak telor ceplok aja " Pinta mas Rama, " Gak ada nasi mas, aku kan tadi buat nasi goreng semua " tolak ku santai " Aduh kak Nad, gimana dong kasian tuh mas Rama udah siang mau berangkat kerja " Ranti melakukan pembelaan untuk kekasih pujaan hati nya itu " Ya udah Ran, kamu bisa kan buatkan mas Rama mie instan?" Pintaku pada Ranti dengan penuh hati hati " kakak susah nih gendong Billa " aku beralasan, karena memang harusnya kalau dia siap menikah sama mas Rama harus siap ngurusin dong. " ya udah Ran buatkan mas mie instan ya Ran " baru kali ini aku melihat mas Rama menyuruh nyuruh adik kesayangan nya itu " iya " dengan raut wajah malas Ranti pun menuruti permintaan mas Rama
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN