BAB 46

1845 Kata

Andrew POV Lagi-lagi kekecewaan yang aku dapati, jika semua berhubungan dengan perempuan yang bernama Ajeng itu. Ingin rasanya, aku mengerjai dia habis-habisan saat aku bertemu lagi dengan dirinya. Aku sangat ingin melihat wajah marah dan murka dia, sama seperti perasaanku saat menemukan kamar kosong di rumah sakit. Wal hasil, sampai detik ini aku masih marah sama Farale. Aku tidak mau melihat Farale berada di sampingku. Aku memilih melakukannya semua seorang diri. Karena Farale sangat mengenal watak ku, dia selalu merapihkan semua keperluanku. Sebelum aku sampai di ruang seminar. Dan dia juga tidak akan memperlihatkan wajahnya, sampai amarahku reda. Walau, aku tahu dia bersembunyi saat aku dekat dengan dirinya. Hari ini berlalu lagi seperti hari-hari sebelumnya. Aku sangat lelah. Untun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN