"Alya.. !" dia menoleh ke arahku. "An sini" Aku menuju ke tempat meja Alya yang di pilihannya. "Kok gue takut ya An, apa benar Fiona kena goda sama pak Rendra nggak mungkin kan ?" "Dia dimana kok nggak ada, aku menoleh kiri-kanan." "Dia pesan private room sama pak Rendra." "An gue takut ?" "Hm, aku aja masih shock Lho Al, aku belum bisa berpikir jernih tiba-tiba otak ku nggak bisa ikut berkerja sama nih." Aku memejamkan mata lalu menggeleng untuk sekian kalinya. Nggak mungkin, pasti bertemunya mereka bahas Kuliahan kan, nggak mungkin melakukan hal yang lain Fiona polos banget orangnya. Aku harus berpikir positif nggak boleh negatif thinking. Lama kelamaan kami disini menunggu dengan gelisah. Makanan yang kami pesan pun sudah kami bayar pas disaat pak Rendra bersama Fiona keluar n

