"Sayang... ! " Adit mencoba berkomunikasi dengan istrinya yang masih terisak-isak "Kita kembali ke hotel dulu ya, mau ya.." Dia cuma mengangguk "Kita akan ke rumah Cello sore ini dan malam nanti kita akan ke Spanyol.." Dia mengangguk lagi kembali lagi menatap jalan di luar sana. Adit mengepal tangannya, udah tahu kan ada yang menyenggol orang yang dia sayangi dia tidak akan membiarkannya. Lihat saja nanti akan aku beri perhitungan sama mertua sialan itu. Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan sama sekali, dengan serunya ia menatap jalanan diluar sana sepertinya lebih menarik dari menatap suaminya ini kok aku seperti disalahkan ya ? Adit membatin. Kami sampai di hotel, Anin lebih memilih langsung masuk duluan karena dia yang pegang kartu akses masuknya. Dia mengambil handuk dan ba

