William baru bisa bernapas lega ketika Laura telah tertidur. Gadis itu tidak mengatakan apapun dan hanya menangis saja di pelukannya selama berjam-jam. Hal itu membuat dirinya sejak tadi memeluk Laura dan menenangkan gadis itu hingga merasa lebih baik. William benar-benar yakin bahwa Laura memang hanya merasa kesepian selama ini. Ia tidak memiliki siapa pun untuk membagi bebannya. Terlebih Laura adalah tipe gadis yang suka memikirkan begitu banyak hal. Hal itu membuat dirinya lebih suka memendam semuanya sendiri. Melihat Laura yang telah tertidur dengan pulas, jari William pun tergerak untuk menyampirkan helaian rambut yang menutupi wajah gadis itu. "Aku jadi merindukan Willona." Melihat Laura yang tertidur dengan damai seperti ini, William jadi teringat akan kegiatan menemani Willona

