Chapter 29

1033 Kata

Selepas kepergian Jessica dan ibunya, entah mengapa Alex merasa begitu hampa. Padahal ia juga biasanya pergi ke kantor setiap hari dan meninggalkan mereka. Akan tetapi kali ini rasanya benar-benar begitu nyata. Alex memilih untuk menyibukkan diri dan membiarkan pikirannya sibuk memikirkan mengenai pekerjaan. Dengan begitu, rasa hampa karena kepergian Jessica dan ibunya akan mulai terlupakan.  Ketika ia mengambil pena untuk menandatangani sebuah berkas, telepon di atas mejanya berdering. Itu telepon kantornya dan yang menelponnya kemungkinan hanya resepsionis atau sekretarisnya. "Halo," ucap Alex cepat setelah mengangkat telepon tersebut. "Tuan Justin datang untuk bertamu, Tuan." Alex merasa sedikit terkejut karena hal itu. Sudah cukup lama dirinya tidak bertemu dengan Justin. Ia tadiny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN