epilog

2210 Kata

"Pram! Tolong ambilin air putih, dong!" Pram yang sudah hampir sampai di sofa tempatku berbaring, kembali berbalik ke arah dapur. Semenjak aku hamil, belum pernah ia tidak menuruti kemauanku yang berhubungan dengan bayi dan makananku. Selain itu, dia masih bisa bersikap menyebalkan. Misalnya, saat aku merengek agar diajak ke studio bersamanya. Katanya, bayi tidak akan mengerti meminta hal demikian. Itu hanya akal-akalanku saja. Semuanya benar. Memang aku yang menginginkan ikut, tetapi ... memangnya dia tidak bisa bersikap baik sedikit? "Nih," Aku menerimanya dengan senyuman lebar. "Terima kasih." Pram mengangguk. Kemudian mengangkat kakiku yang sedang kuselonjorkan di atas sofa, lalu meletakkan di atas pangkuannya. Satu lagi; dia sekarang sering memijat kakiku. Paham sekali kalau aku t

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN