“Maaf saya harus pergi.” Alden segera beranjak setelah Nasya berhasil menghabiskan makanannya. Seperti perjanjian awal jika Nasya ingin makannya dipangku dan setelah selesai ia bisa pergi. Walau sebenarnya ia seharusnya pergi lebih awal ketika melihat istrinya ternyata berada dalam restoran yang sama dan pastinya salah paham dengan apa yang dilihatnya sehingga dia pergi begitu saja dengan wajah kesal. Sayangnya Aluna menahannya dengan alasan takut Nasya gak mau makan. Aluna tidak mencegahnya lagi. Sambil tersenyum ia kemudian menyeruput macthiato cheesenya. Merasa semua kebetulan, seperti Tuhan sedang menyetujui scenario yang dibuatnya. Tadinya hanya niat makan malam saja demi menarik perhatian pria itu eh ternyata membuat cemburu istrinya Alden adalah nilai plusnya. ………….. “Hwek… Hwek!

