Saling Bersandar

1956 Kata

Pemuda jangkung itu melangkah ke arah ruang tamu sembari mengancing lengan kemejanya. Ia melirik ke arah kamar papanya yang masih tertutup membuat ia menghela napas lalu mendudukan diri pada sofa. Bersandar di sana dengan sekilas memejamkan matanya erat. Setelah beberapa hari mengikuti ospek di kampusnya membuat ia kelelahan. Ospek yang diadakan dari pagi hingga bisa memakan waktu sampai sore itu buat ia merasa akhir-akhir ini tubuhnya tidak sekuat dulu. Sekarang sedikit-sedikit ia merasa demam, apalagi pilek sudah menjadi langganannya. Aktifitas kampusnya terlalu padat sampai tubuhnya sudah menyerah sendiri. Pintu kamar papanya terbuka membuat ia sontak menegakan tubuh dengan tersenyum samar. "Sudah mau ke kampus ya?" Ia mengangguk pelan sembari beranjak berdiri dengan sekilas meraih r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN