Sebaik-baik Prioritas

3044 Kata

Adam membereskan bukunya lalu memasukannya ke dalam tas selempangnya. Pemuda itu pun melangkah keluar kelas dengan mengedarkan pandangannya mencari seseorang. "Langsung ke tempat les apa singgah makan dulu?" tanya Elhaq kini sudah berdiri di sampingnya. Pemuda itu tampak merendahkan tubuh, berjongkok mengikat tali sepatunya. "Syaqila?" Elhaq mengedikan bahu pelan, lalu ikut melihat sekeliling mencari keberadaan gadis berkerudung itu yang sedari tadi tidak kelihatan. "Katanya mau berangkat sama-sama, pergi ke kembarannya kali ya. Kita tunggu bentar aja di sini," Adam mengangguk saja lalu merogoh ponselnya dalam saku celana, bermain game sebentar. Sedangkan, Elhaq bersenandung samar dengan sesekali menganggukan kepalanya. Seseorang keluar dari kelas membuat keduanya sontak menoleh. "Tung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN