CHAPTER 24

1636 Kata

Setelah Maria pergi, Ciro masih berdiam di posisi yang sama. Diintipnya isi tas kertas pemberian Maria. Rasa bersalahnya makin besar ketika menemukan begitu banyak kue buatan tangan yang terlihat lezat. Ciro tahu, Oase pasti akan bahagia jika diberi yang seperti ini. Tingkahnya yang sok ikut campur itu telah membuat wanita yang sudah susah-payah membuatkannya menjadi kecewa. Ciro hanya ingin yang terbaik untuk Oase, tak ingin Oase salah jalan, tapi kenapa rasanya ia baru saja melakukan sesuatu yang sangat jahat? “Ciro! Sudah tak ada kelas, kan? Yuk pergi temani aku makan!” Pas lagi, Oase datang tanpa diundang. Mendekatinya dengan bahagia, merangkul pundaknya akrab. Semua itu menambah rasa bersalah Ciro. “Hubunganmu dengan Maria gimana?” tanya Ciro, entah untuk apa. Dia sendiri tak yakin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN