CHAPTER 43

1676 Kata

Maria ketakutan, dia berlari ke dalam rumah mencari penjaga rumah. “Kakek! Kakek! Serigala-nya mengejar Oase!” Maria berteriak dengan panik, dan baru berhenti ketika pria tua yang ia cari menangkap tubuhnya. Mencengkeram kedua lengan Maria agar perempuan itu bisa tenang. “Tak apa-apa, tenanglah.” Maria terdiam sesaat, napasnya yang terpacu mulai memelan. Mata yang tadinya melotot perlahan kembali normal. “Tapi, tapi,” suara Maria terdengar seperti cicitan dan tangannya masih gemetaran. Ketakutannya tak hilang meskipun ketenangan telah kembali padanya. “Lihat, Tuan Muda baik-baik saja,” ucap pria tua itu kemudian. Pelahan menarik Maria menuju ke jendela. Menunjukkan padanya bagaimana Oase yang kini sudah bergulat bermain dengan serigala itu, berguling di atas salju dengan muka datarnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN