Tanpa memberikan alasan pasti, Zia mengembalikan ponsel milik Barly. Mereka berdua masih berbincang, saat Zia menghampirinya. "Zia kamu mau kemana?" tanya Barly sedikit berteriak. "Pulang!" Barly segera mencegah langkah Zia yang akan menghentikan taksi. "Kamu kenapa?" "Aku kenapa? harusnya aku yang bertanya kamu kenapa?" "Maksud kamu apa? aku baik-baik saja." "Itu menurutmu, tapi tidak menurutku. Pantas saja wanita itu menyusulmu ke sini." "Zia sebenarnya kamu itu kenapa? aku sama Santi hanya berbicara biasa, tidak ada yang lain." "Biasa maksudmu seperti apa? seperti tidur berdua di kamar hotel, setelah itu kalian berciuman begitu?" Barly sadar bahwa Zia sudah melihat video yang di kirim Santi, dirinya begitu ceroboh tidak menghapus video itu. "Aku bisa jelaskan semuanya, aku mo

