bab 20

1384 Kata

"Sepertinya kerja sama kali ini akan menguntungkan banyak bagi perusahaan kita, apa tidak sebaiknya kita merayakannya sebelum pulang?" tanya Zia pada Barly. "Nanti saja, lebih baik kita pulang. Kasihan Ana yang menunggu kamu di rumah." "Iya, iya, kita pulang." Zia terlihat menekuk wajahnya, padahal ia sudah membuat daftar destinasi di Surabaya. Sayangnya, Barly bukan tipe yang bisa diajak senang-senang sedikit. Tiba-tiba tangan Barly meraih Zia, terpaksa ia membalikkan tubuhnya. "Ada apa?" "Baiklah aku mengalah, sekarang kamu ingin pergi kemana? atau mau makan apa?" "Sebentar aku lihat dulu catatan ku!" "Gak perlu kita hanya menambah satu hari di sini, oke?" "Satu hari? mana bisa, aku sudah membuat daftar kunjungan kita!" "Satu hari atau tidak sama sekali." Tegas Barly, sebenarnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN