jujur saja, aku bingung mau menjawab pertanyaan bapak mertua entahlah mungkin karena aku takut jawaban ku menyinggung perasaan ibuk mertua ku ataupun mbak erinka.
"mmm, mereka sedang sibuk pak, jadi dya yang memasak untuk makan malam nanti"jawabku meyakinkan bapak. lalu aku melanjutkan pekerjaan ku, dan bapak sudah berlalu ke kamar kecil untuk bersihkan badan.
saat aku sedang memasak tiba-tiba ada suara bising dari luar, karena aku penasaran lantas aku menuju kesumber suara.
"hey erinka! aku sudah bilang berapa kali padamu, hah! sudah tidak usah belanja online terus. kamu tau aku menyuruhmu untuk tidak boros, supaya kita bisa beli rumah!" geram mas aji.
"iya mas,aku minta maaf soalnya aku tadi sedang liat tas bagus jadi aku mau beli di online, dan ratingnya juga bagus"
"iya ji, kamu jangan pelit dong ke istri kalo istrimu berpenampilan cantik kamu juga kan yang bangga." timpal ibu mertuaku sambil menatap sinis kearah ku.
aku pun langsung meninggalkan ruang tamu dan menuju ke dapur melanjutkan memasak untuk makan malam.
"dek, kamu sedang masak apa sayang?" ucap suamiku.
"ini mas aku masak sayur bayam, ayam goreng dan sambal terasi" ucapku sambil mengaduk sayur bayam yang hampir matang.
"owh yasudah selesai masak kamu mandi ya, soalnya aku mau ajak kamu jalan jalan ke alun alun" timpal suamiku lalu berjalan keluar dapur.
memang terkadang sore hari setelah semua pekerjaan selesai pasti suamiku mengajak aku jalan walaupun hanya ke alun-alun membeli wedang ronde setelah itu pulang kerumah.
saat aku baru pulang dari alun-alun aku dikejutkan dengan makanan yang berserakan dilantai dapur.
" astaghfirullah haallazim" teriaku dari dalam dapur.
"kenapa sayang? ada apa! "timpal suamiku berjalan mendekat kearah dapur.
"ini mas lihatlah" ucapku lirih mataku berkaca-kaca saat melihat masakan ku berceceran dilantai.
"bukkk! mbak erinkaa!"teriak suamiku lantas memanggil mbak erinka dan ibuk mertuaku.
"apasih dit? pulang' kok teriak teriak! ada apa."jawab ibuk mertuaku seakan tidak tahu apapun.
"lihat buk, siapa yang membuang-buang makanan ini kelantai? kasian buk istriku sudah capek memasak dan ini juga kan pake uang buk beli bahan masakannya." timpal suamiku dengan nada sedikit kesal.
"dihh!! makanan apa seperti itu, ga enak masa sayur bayam ga enak lagi. istrimu itu kalo ga niat masak ya sudah ga usah masak!" ucap ibu mertua ku dengan menarik sudut bibirnya.
"ya allah cobaan apalagi ini, padahal aku belum makan malam. tetapi makanan sudah berceceran dilantai, astaghfirullah astaghfirullah halazim." bathinku sambil menatap iba ke arah masakan yang telah kubuat.
"bukk, kalo memang ibu gak suka masakan aku, tolong jangan dibuang seperti itu buk. aku dan mas adit belum makan malam buk,"jawabku lirih dengan mata yang berkaca-kaca.