Alleysa terbaring di atas ranjang dengan perut buncitnya yang semakin besar. Zayn selalu menemani Alleysa, memberikan perhatian serta kasih sayang penuh pada istri tercintanya. Semuanya terasa begitu cepat saat Alleysa mengulang kembali pertemuan pertamanya dengan Zayn di gedung belakang kampus. Alleysa tertawa kecil menatap Zayn, seorang pria yang dulu sangat ia benci karena sikap dan perilakunya. Alleysa tak pernah membayangkan bahwa Zayn-lah yang berhasil merebut hatinya hingga sekarang menanamkan benih cintanya di rahim Alleysa. "Kenapa kau tertawa? ..." Zayn menatap bingung pada Alleysa yang sedang tertawa menatapnya. " ... Apa Aku terlihat menggemaskan sekarang, hm?" Ucapan menggoda Zayn mendapat senyum Alleysa yang melebar. "... Aku hanya mengingat kembali beberapa memor

