Allesya beranjak dari tempat tidurnya, menempelkan telinganya ke pintu kamarnya. Apakah Zayn benar benar pergi? Alleysa membuka pintu kamarnya dan mengedarkan pandangannya. Zayn tidak tampak di penglihatan Alleysa. Dia benar pergi? Alleysa menggerutu dalam hati. Perasaan marah, menyesal serta sedih kini menyatu di dalam dirinya. Alleysa bingung sikap apa yang ia akan berikan kepada Zayn. Berulang kali Alleysa fikir yang Zayn lakukan tetap salah. Tapi, Alleysa juga tidak ingin berlarut dalam sebuah masalah tanpa penyelesaian. Suara bergemuruh memecah fikiran Alleysa. Alleysa lapar. Alleysa berjalan menuju ruang tamu yang tampaknya sudah tersedia Roti dengan selai cokelat kesukaan Alleysa dan Omurice sebagai makan siang Alleysa. Alleysa menghela napas kasar, menunduk dan lag

