22. Bercinta Sebelum ke Paris

1147 Kata

"Zayn... Aku mohon tenanglah" Alleysa mencoba menenangkan Zayn. "Aku tidak pernah menghubungi dia di belakangmu Zayn. Kau sangat tahu, hal apa yang membuatku takut. Itu saat kau menjadi seperti ini. Kau juga sangat tahu kalau Aku sangat mencintaimu, tidak mungkin Aku menghianatimu Zayn" Cengkraman Zayn melemah membuat Alleysa menjadi lega meskipun warna merah kini membekas di lengannya. Zayn kembali mendudukkan tubuhnya di atas ranjang Alleysa menimbang perlakuan kasarnya kembali pada kekasihnya. Zayn menatap Alleysa yang saat ini memegang lengannya yang merah dengan segukkan kecil yang keluar dari bibirnya. Alleysa menunduk merasakan panas di lengannya akibat cengkraman Zayn yang tidak ada cela. Zayn menarik napas panjang lalu membuangnya dan mencoba mengatur emosinya yang tadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN