Siap menuju ending? “Mas Rafa?” Alia tersentak, mundur mengira yang di depannya hanya halusinasinya saja, berharap sosok didepannya akan pergi ketika ia mengerjapkan matanya beberapa kali, namun nihil sosok itu tetap disana, memandang sendu kearahnya, lalu tanpa peringatan Rafa menariknya kedalam pelukannya mendekap Alia begitu erat, sampai rasanya sulit bernafas. Alia merasakan kepedihan Rafa, ketika isakan kecil terdengar, Alia tau ia telah menyiksa Rafa. Alia menghembuskan nafas pelan, mengelus punggung Rafa yang tak setegap dulu. Benar ternyata, Rafa sangat kacau. “Jangan pergi lagi Al,” Rafa berujar pelan, terdengar begitu takut ada yang akan merenggut Alia darinya. “Mas!” Alia berteriak, terkejut ketika Rafa bersujud di kakinya, memeluk kakinya erat. “Maaf, maafkan sikapku Al,

