Di perjalanan menuju arah pulang, anara menyempatkan diri untuk buka bicara. "mama, papa, umm... Anara mau minta satu permintaan apa boleh?" sontak seluruh keluarga menatap Anara bingung dan memberi isyarat untuk melanjutkan ucapan nya. "Anara mau tinggal di rumah mama, papah anara. Gapapa kan?" "ide bagus papa setuju anara, lebih dekat juga kan" setuju papa. "mama juga setuju, anara. Jadi mama bisa mantau kalian berdua" setuju mama. Tatapan anara kini teralih pada zain. "zain setuju kan?" tanya anara ragu, karena cowo itu terlihat diam sedari tadi. "iya" singkat padat dan jelas, setelah itu mobil pun terhenti di perkarangan rumah aldebaran. "aku bantu bawa barang kamu ya?" bisik anara pelan, zain menganguk dan membantu anara turun dari mobil. **** Malam pun tiba, Selesai b

