Part 21

1233 Kata

Setelah subuh, Aisyah segera berangkat menuju rumah majikannya untuk bekerja. Hawa dingin yang menembus hingga ke tubuhnya tak membuat semangat Aisyah luntur begitu saja. Aisyah berjalan seraya menghirup udara segar pagi hari. Udara yang selalu menenangkan dan memabukkan untuk Aisyah. Semalam, hujan turun begitu deras dan menyisakan banyaknya genangan air di jalanan. Bahkan beberapa genangan itu berisi dalam jumlah yang banyak. Jarak dari pesantren ke rumah majikannya lumayan jauh, bahkan lebih jauh dari dia ke rumahnya. Aisyah hanya berjalan kaki setiap kali pergi dan pulang bekerja. Aisyah menerima takdirnya dengan ikhlas. Tidak ada hal yang bisa dia lakukan selain menerima apa pun yang terjadi dalam hidupnya. Aisyah ingin sekali menyerah, tetapi dia tahu bahwa dia tak akan mampu lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN