"Kamu harusnya nggak tolongin aku, Nur. Bukannya kamu benci sama aku?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Lala yang sudah duduk di tepi kasurnya bersisian dengan Nur. Nur mengurungkan niatnya untuk mengambil buku setelah membantu Lala tadi. "Aku nggak benci sama kamu, La. Aku cuma pengin kamu berubah jadi orang yang lebih baik lagi dan sadar dengan kesalahan kamu." balas Nur menghela napasnya menatap Lala. Sungguh, Nur tak bermaksud untuk bermusuhan dengan Lala. Nur sama sekali tak ada niatan untuk itu. Nur hanya ingin Lala menyadari sikapnya selama ini. Jika Lala sulit diberitahu oleh Nur, mungkin dengan sikap Nur yang mengindari Lala bisa membuat Lala sadar. Hanya itu saja yang Nur pikirkan selama ini. "Maaf kalau beberapa hari ini aku menghindar dari kamu, La. Aku cuma pengin kamu jug

