“Nggaklah, bil. Aku bisa dimarahin habis-habisan sama Abi kalua nyoba kabur lagi.” Hawa mengibaskan tangannya, sesaat kemudian terdiam menyadari ucapannya sendiri. Nabila hanya mengangguk, bersyukur bisa menemukan Hawa sudah berada di kelas bersama Aisyah. “Ya, takut aja gitu.” ujar Nabila was-was, menatap Hawa. ‘Kamu, kan, nekat, Wa.” Hawa terdiam beberapa saat, belum sempat dia menjawab, Humaira sudah memanggil mereka saat baru saja duduk di kursinya. Entah sudah darimana, Humaira terlihat ingin menyampaikan sesuatu hingga membuat keempat temannya yang lain jadi menoleh. “Tadi pas aku lagi buang sampah di depan, nggak sengaja ketemu Kak Fitria sama Kak Salsa. Mereka titip pesan sama aku kalau nanti bakal ada rapat dari perwakilan kelas satu untuk bahas acara santunan anak yatim. Katan

