Aku Cemburu

2003 Kata

Jun Hee ingin protes dengan keputusanku tapi dia hanya diam dengan sorot mata yang kurang setuju. “Terima kasih kamu mau menjaganya.” Brian menghampiri Brayen dan memeluk anak laki-lakinya dengan erat. Dia sangat menyayangi anaknya, caranya sangat lembut saat bicara dengan Brayen. “Sayang hari ini kamu sama Mama, ya, Papa harus bekerja sampai malam. Kamu mau, kan?” “Bisakah kau berhenti menyembut calon istriku mama? Aku tidak suka mendengarnya,” kata Jun Hee. Kututup mulutnya dengan tangan, terkadang ucapan Jun Hee menusuk seperti pisau. “Tapi Sasya tidak keberatan jadi kenapa kamu yang marah?” tanya Brian. Kedua pria itu menatapku seolah meminta pembelaan. Mereka tidak ubahnya anak remaja yang sedang memperebutkan sesuatu. Mungkin mereka sudah lupa dengan usia yang tidak muda lagi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN