"Brakkk!" Suara tabrakan pun tidak bisa dihindarkan. Erick tidak berniat meloloskan diri lagi dengan kabur. Seperti yang dilakukannya beberapa kali untuk menyelamatkan diri. Kini mobilnya oleng. Untung saja benturan itu berasal dari arah sebelah kanan, sehingga bodi mobilnya saja yang penyok, tetapi tidak sampai melukainya. "Kau pikir, aku tidak akan membuat perhitungan denganmu?" desis Erick seraya membanting stir, mengarahkan mobilnya ke jalur di sebelahnya, sehingga menyebabkan kepanikan dari pengendara lain yang kebetulan melaju di perempatan itu. Strategi Erick pun berjalan dengan baik. Beberapa kendaraan yang mencoba menghindar pun membuat kacau lalu lintas. Kesempatan itu digunakan Erick untuk menahan mobil yang digunakan orang suruhan pamannya agar tidak kabur. Buru-buru Erick

