Erick membiarkan Moris mengerang kesakitan karena dengan sengaja sepatunya menginjak paha laki-laki itu. Meski sekuat tenaga melawan, tentu saja tenaga Moris si anak mami tidak mungkin sebanding dengannya. Erick mendudukkan Sella yang sudah dalam keadaan tidak sadar ke atas permukaan sofa. Dia paham kalau saat ini perempuan itu sedang dalam pengaruh obat tertentu. Bukan alkohol, tetapi Erick lebih menduga sejenis obat tidur. Kembali, setelah memastikan Sella sudah aman, berulah Erick kembali mengurusi Moris yang mulai merancau tidak jelas. Kemungkinan besar, pria itu juga mengkonsumsi obat tertentu dan kini efeknya mulai bekerja. Erick merasa harus bergegas membuat rencana baru, agar semua pertukaran peran bisa dilakukan dan alurnya akan selesai malam ini. Dia merasa lelah dengan berb

