Chapter 20 ** ** Tanpa membalas ucapannya, pria itu pergi dengan gagah. Tubuhnya tegap menyerupai Syauqi, tapi tidak tahu bagaimana keprbadiannya. Setelah mendapatkan kopernya, ia menyeret dengan alus mengikuti rekan relawan mengajarnya keluar dari kapal sederhana ini. Ia berjalan sembari berzikir kepada Allah, mulai detik ini semenjak langkahnya keluar dari kapal maka mulai detik ini juga hidupnya akan berubah secara total, ponselnya sudah tidak bisa berfungsi sebagaimana alat komunikasi, statusnya yang bersuami tidak lagi menjadi pertanyaan banyak orang, dan statusnya kini adalah calon ibu untuk janin yang ada di rahimnya ini. Syadza tersenyum ketika melihat banyak rekannya tersenyum riang, seolah memgabarkan pada dunia jika keputusan yang mereka ambil adalah tepat, bukan hal yang se

