Bab 47

392 Kata

*** ‘’Iya, ayo kita pulang sayang…’’ Syauqi menenangkan Syadza yang sedari awal bangun tidurnya dihantui mimpi buruk membuatnya kalut. Wajahnya penuh peluh dan tak kalah air matanya juga tak henti-hentinya hanyut. Apalagi saat Syadza dalam hatinya beranggapan jika mimpinya hampir mirip terhadap kehidupan nyatanya. Siapa sangka, mimpi itu ditafsirkan oleh penulis itu serupa jika Syadza melepaskan Syauqi maka sama saja ia perlahan memakan bagian dari anggota tubuhnya dengan rasa sakit yang tak terdefinisikan. Tubuhnya perlahan juga akna habis, dan ia mati. Tapi berbeda jika ia beersama Syauqi maka gadis itu tidak akan kekurangan, Syauqi punya semua yang ia impikan, pria itu juga memiliki sebagian dari dirinya. Lantas apalagi yang perlu dinanti?? Syadza terus memikirkan itu sampai akhi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN