Chapter 38 ** ** Ternyata, rahasia untuk mengurangi beban adalah mengatakannya, bukan malah menyembunyikannya. Syadza menyesal mengapa baru kali ini ia mengungkapkan rasa sakit dalam dirinya, sedangkan sedari dulu ia menikmati sesak yang diam-diam merusak kebahagiannya. Ia sungguh menyesal. Sementara Syauqi terdiam, ia mematung mendengar semua perkataan kekasihnyaa yang sudah berdiri menjaga jarak tanpa menengok kea rah dirinya. Matanya yang tegas sudah mengeluarkan bulir air mata. Bagaimana bisa ia membiarkan wanita yang paling ia cintai berpikir demikian sejauh mereka bersama. Syauqi tidak habis pikir. ‘’Sayang… apa kamu tidak mengingat semua hal yang kita lakukan bersama dan saat kita tersenyum bersama?’’ tanya Syauqi. Syadza yang mendengarnya lantas berdecih pelan dalam bat

