Chapter 12 ** ** "Meskipun banyak di injak-injak tapi tetap membawa manfaat. Ya ngga Mas? Kalo ngga ada tanah kita makan sayur darimana, tuh kan." "Tumben pinter," canda Syauqi. "Ye lahhh... Oiya Mas, suatu saat nanti kalo Sya berada di posisi seperti tanah. Syadza akan selalu berusaha memberikan manfaat meskipun harga diri Sya diinjak-injak." Mendengar tutur istrinya. Syauqi meminta Dyadza duduk di sampingnya dan melingkarkan tangannya di tubuhnya. "Suka kalo meluk kaya gini?" "Ya suka lah! Masa peluk suami sendiri ngga boleh," "Sayang... dengarkan mas baik-baik ya. Tidak akan ada siapapun yang merusak harga diri kamu. Mas akan selalu berusaha menjaga amanah ayah untuk menjaga dan melindungi kamu..." "Aamiin. Mas janji?" "Janji sayang..." Syauqi menghela nafas. Ia bergerak

