"Om aku mau ngomong!" Anggara yang sedang bekerja di ruanga pribadi segera mengangkat kepala ke arah Agnia, ia tidak marah ataupun terkejut ketika sang istri tiba-tiba masuk dan bicara ketus. "Panggil saya Dadsu, Agnia, jangan lupa!" peringat Anggara dengan nada lembut. Kemudian kembali pada laptop untuk melanjutkan kesibukan seolah membiasakan diri. "Om ngapain ngomong begitu sama Caca, gak pantes tau!" tanpa basa-basi Agnia menyampaikan kekesalan hati. "Gak pantes gimana?" pria itu masih belum mengerti arah pembicaraan sang istri. "Gausah bahas soal honeymoon lagi karna sampai kapanpun Nia gak mau pergi, terus Om jangan lancang peluk-peluk .... Nia gak sudi!" ujar Agnia penuh dengan amarah walau sempat ia menahan kalimat karena tak kuasa mengucapkan kata menyakitkan itu. Anggara

