"Masih ingat gue?" tanya pemuda sok cool dengan model rambut ala pesepakbola Oeratmangoen itu menghampiri Agnia. "Inget lah!" sahut Agnia santai sambil tersenyum tipis. "Berhubung kita udah ketemu langsung, gue mau ajak lu liburan kepuncak, sewa villa rame-rame, lo ikut kan?" Ia bertanya dengan ekspresi paling biasa padahal didalam hatinya sangat mengharap. Agnia melirik Tiara, bibirnya bungkam tak menemukan jawaban. "Sorry, gue ada acara!" jawab Agnia tanpa pikir panjang, lalu melengos disamping pemuda itu. "Kita gak lama kok! dan semua biaya gue yang tanggung." Oki masih tak menyerah. "Makasih, tapi gue gak minat." kali ini Agnia memaksa bibirnya tersenyum. "Acara ini spesial buat semua anak-anak kampus, sayang aja kalo lo gak ikut." tegas Oki lagi. Ia menggenggam tangan Agnia se

