Dia di rumah

2133 Kata

Pandu sudah siap dengan segala persiapan, tinggal memasang gelang jam di pergelangan tangan, dan menyemprotkan parfum. Barulah dia ke luar, jadi bingung karena di rumah malah tidak ada orang. “Nyonya berangkat langsung dari salon, kalau tuan besar kan langsung dari kantor karena ada rapat, jadi Tuan Pandu diminta datang sendiri tadi sama nyonya.” Pandu membuang napas kasar, dia saja malas, malah di suruh berangkat sendiri. Demi nama baik keluarga saja dia akhirnya berangkat juga ke perjamuan makan malam itu. Sesampainya di sana, Pandu segera mencari mamanya, duduk semeja, menyandarkan punggung dengan malas, “Mama, dari mana?” tanya Pandu. “Salon-lah! Ke mana lagi?!” mama Pandu ketus, kembali menoleh ke si pemilik acara, dan merapat ke papanya. Pandu ganti menoleh ke papanya yang hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN